About

Menurut hasil penelitian Maryadi (2002) melaporkan bahwa tanaman jati berasosiasi baik dengan CMA. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberepa genus di rizosper (baca = perakaran tanaman) jati. Genus yang ditemukan adalah Glomus, Scelerocistys dan Gigaspora. Eksplorasi CMA telah dilakukan pada tanaman jati di 3 (tiga) daerah yakni Kota Kendari, Kabupaten Muna dan Buton pada tahun 2003 dan 2004. Hasil penelitian menunjukan bahwa CMA dapat ditemukan pada rhizosper tanaman jati. Secara umum ditemukan 4 (empat) genus yaitu Glomus, Acaulospora, Gigaspora dan Scutellospora

Untuk mendukung keberhasilan aplikasi mikoriza pada tanaman jati perlu diketahui cara dan waktu Inokulasi Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA). Karena merupakan salah satu syarat keberhasilan dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi mikoriza pada tanaman pertanian, perkebunan, kehutanan dan tanaman obat serta pakan ternak guna mendapatkan manfaat yang optimal. Teknik dan waktu yang tepat akan menentukan keberhasilan tanaman terinfeksi oleh CMA. Waktu inokulasi CMA hanya dilakukan pada saat tanaman masih tingkat semai atau pada biji yang baru berkecambah, inokulasi pada tanaman yang telah dewasa selain boros penggunaan inokulum juga kurang memberikan manfaat yang optimal.

Selain waktu inokulasi, teknik (cara) inokulasi perlu menjadi perhatian. Pemilihan teknik inokulasi yang akan digunakan tergantung pada tipe inokulan dan tempat percobaan (penelitian) yang dilakukan seperti laboratorium, rumah kaca maupun di lapangan. Prinsip dasar dari teknik inokulasi adalah peletakan inokulan CMA perlu berdekatan atau bersentuhan dengan akar tanaman, jika peletakan inokulan terlalu jauh dari perakaran tanaman akan menyebabkan gagalnya infeksi.

Teknik inokulasi sering dilakukan adalah teknik pra inokulasi dan teknik inokulum layering. Teknikpra inokulasi diterapkan jika inokulum yang dipakai masih baru dan biji yang akan diinokulasi relatif kecil sedangkan cara layering dipakai jika inokulum CMA telah mengalami penyimpanan selama 3-6 bulan dan biji yang diinokulasi relatif besar (Jati, dll). Teknik inokulasi dengan cara pra-inokulasi lebih efektif dan sangat hemat

inokulan CMA.

Hasil penelitian tentang pemanfaatan CMA terhadap pertumbuhan tanaman jati menunjukkan bahwa CMA dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jati pada skala persemaian. Irianto, dkk (2003) melaporkan bahwa CMA dapat meningkatkan tinggi, diameter dan berat kering total masing-masing 192 %, 178% dan 403% bila dibandingkan dengan kontrol. Penelitian aplikasi CMA pada tanaman jati lokal Muna telah

dilakukan di Propinsi Sulawesi Tenggara. Hasilnya menunjukan bahwa semai jati menunjukkan responsif terhadap aplikasi CMA. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Husna pada tahun 2003 dan 2004  melaporkan respon jati Muna terhadap aplikasi Mikoriza pada variabel tinggi sebesar 107%- 148% dan berat kering total semai sebesar 270%-1122% peningkatan bila dibandingkan dengan kontrol pada skala persemaian. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa semai jati menunjukkan responsif tinggi terhadap aplikasi CMA. Hasil penelitian lain seperti hasil penelitian Rizal Sangadji (2003) dalam Mansur (2003b) melaporkan bahwa formulasi CMA dengan tepung tulang dapat meningkatkan pertumbuhan jati sampai 6 kali lipat. Di bawah ini ditampilkan gambar kenampakan jati di lapangan yang dibekali dengan pupuk hayati mikoriza.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

http://www.google.co.id/imgres?hl=id&newwindow=1&client=firefox-a&hs=xIM&sa=X&rls=org.mozilla:id:official&biw=1366&bih=651&tbm=isch&prmd=imvnsb&tbnid=hn_MgD0iF45hUM:&imgrefurl=http://www.kabarindonesia.com/berita.php%3Fpil%3D4%26dn%3D20081031121752&docid=PprqtNeIu5G5NM&imgurl=http://www.kabarindonesia.com/gbrberita/200810/20081031121752.gif&w=160&h=192&ei=MD6UT46uFonRrQfiwMWZBQ&zoom=1&iact=hc&vpx=1161&vpy=203&dur=691&hovh=153&hovw=128&tx=95&ty=83&sig=102335494197651282215&page=1&tbnh=129&tbnw=107&start=0&ndsp=20&ved=1t:429,r:6,s:0,i:77

%d blogger menyukai ini: